Tampilkan postingan dengan label Monetize. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Monetize. Tampilkan semua postingan
Tempat Jual Beli Domain, Website dan Aplikasi

Tempat Jual Beli Domain, Website dan Aplikasi

Tempat Jual Beli Domain, Website dan Aplikasi

Nama merupakan hal yang unik, terutama nama untuk domain kita. Satu nama domain hanya dapat dimiliki oleh satu orang, itulah yang menjadikan nama domain menjadi unik karena tidak mungkin dua orang/pihak atau lebih satu nama domain yang sama. Walaupun sering kita lihat nama yang sama, tapi mempunyai akhiran TLD yang berbeda. Selain itu, nama biasanya menjadi penting karena domain tersebut menjadi identitas dan simbol kita di dunia internet. Biasanya ketika kita mempunyai bisnis atau organisasi, tentunya kita ingin agar nama domain yang kita miliki mencerminkan nama bisnis atau organisasi yang kita pimpin.

Karena sebab diatas, memiliki nama domain yang bagus menjadi perhatian beberapa orang. Dengan adanya permintaan seperti itu, kita dapat memanfaatkan peluang tersebut menjadi keuntungan dengan menjual nama domain-domain yang masih belum dipakai/dipesan oleh orang lain. Selain nama domain, kita juga dapat memanfaatkan peluang dari website dan aplikasi yang kita kembangkan untuk dijadikan profit tersendiri dengan menjualnya kepada orang lain.

Berikut merupakan rekomendasi tempat untuk menjual domain, website atau aplikasi.

1. Flippa

Flippa

Flippa merupakan tempat berjualan domain yang sudah terkenal di seluruh dunia. Flippa mengklaim memiliki lebih dari 600K anggota dari seluruh dunia.

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :

  • Domain
  • Website
  • Aplikasi (Android/iOS)

2. DomainNameSales

DomainNameSales

DomainNameSales didirikan pada tahun 2001 dan sudah cukup lama bergerak di bidang penjualan domain. 

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

3. SnapNames

SnapNames

SnapNames merupakan salah satu tempat berjualan domain yang dimiliki oleh Web.com. Ada berbagai macam domain yang dikelompokkan menurut kategori tertentu.
Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

4. Sedo

Sedo

Sedo merupakan salah satu tempat jual beli domain yang sangat dikenal di seluruh dunia. Sedo mengklaim memiliki lebih dari 2 juta members dari seluruh dunia. 

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

5. Bido

Bido

Bido merupakan salah satu alternatif tempat jual beli domain, selain yang sudah disebutkan diatas. Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

6. DNForum

DNForum

DNForum merupakan tempat jual beli domain dengan format forum.

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

7. WebsiteBroker

WebsiteBroker

WebsiteBroker merupakan salah satu tempat menjual dan membeli domain dan website.

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain
  • Website

8. Above

Above

Above merupakan salah satu tempat menjual dan membeli domain dan website.

Jenis properti yang dapat dijual/dibeli :
  • Domain

Daftar diatas merupakan beberapa rekomendasi untuk berjualan domain yang bagus. Daftar tersebut tidak didasarkan pada urutan dari yang terbaik ke terendah atau sebaliknya. Untuk layanan pastinya, silahkan kunjungi website-website tersebut. Jika ada saran tempat berjualan website atau domain yang bagus, silahkan tulis saja di bagian komentar. :)
Maksimalkan Pendapatan Iklan dengan DFP Small Business

Maksimalkan Pendapatan Iklan dengan DFP Small Business


DoubleClick for Publishers (DFP) Small Business merupakan layanan gratis dari Google yang mempunyai fungsi sebagai solusi manajemen iklan bagi para publisher (penayang iklan), termasuk iklan yang ditampilkan di website. Di DFP Small Business, publisher dapat menayangkan iklan, menjadwalkan penayangan iklan dan berbagai fasilitas lain yang ditawarkan DFP Small Business terhadap publisher yang ingin mengelola pendapatan mereka melalui iklan yang ditempatkan di website mereka.

Google DFP Small Business sendiri merupakan adik dari Google DFP. Secara historis, awalnya Google mengakuisisi DoubleClick pada tahun 2008. Pada 2010, Google meluncurkan DoubleClick for Publishers (DFP) dan DFP Small Business yang menjadi generasi berikutnya dalam penayangan platform iklan.

Keunggulan

Ada beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Google terhadap produk ini, diantaranya :

  • Platform lengkap.

Google DFP Small Business merupakan platform pengelola penayangan iklan yang lengkap, baik untuk iklan website, mobile atau video advertising.

  • Maksimalkan pendapatan dengan Adsense

Google DFP Small Business dapat digabung dengan layanan Ad Network lain, seperti Adsense atau layanan ad network lainnya. Hal tersebut dapat memaksimalkan pendapatan kita karena persaingan antara iklan kita dengan Adsense atau ad network yang lain akan semakin kompetitif. Slot iklan yang tidak terjual, dapat kita maksimalkan dengan penayangan iklan dari Adsense

  • Simple

Layanan yang dikembangkan oleh Google ini dapat dibilang friendly user interface dengan bentuk menyerupai layanan Adsense. Bagi anda yang terbiasa dengan tampilan Adsense, tentu tidak kaget dengan tampilan Google DFP Small Business ini.

  • Gratis

Layanan ini disediakan secara gratis oleh Google. Kita tahu sendiri bahwa Google memiliki infrastruktur yang memadai untuk menyediakan layanan yang cepat, terutama hosted advertising. Kita juga tidak perlu direpotkan dengan hosting website kita yang perlu ditambah-tambah dengan file para pengiklan kita. Dengan layanan ini, kita dapat mengelola file tersebut dengan gratis.

  • Bentuk Ad Pricing yang berbeda

Anda dapat memilih sendiri bentuk atau model harga iklan yang dapat kita tampilkan, misalnya (CPM), Cost-Per-Click (CPC) atau Cost-Per-Day (CPD). Kita dapat menjual iklan kita dengan bentuk yang sesuai dengan kriteria kita sendiri.

  • Creative Support

Anda dapat menyimpan jenis file iklan yang dapat anda tampilkan di website anda, misalnya gambar, Flash, Rich Media ataupun tags iklan pihak ketiga.

  • Built-in Targeting

Dari sekian banyak keunggulan diatas, layanan ini merupakan layanan yang paling bagus, baik untuk pengiklan ataupun penayang iklan karena kita dapat men-set jenis target iklan yang akan kita tampilkan. Di sisi advertiser tentunya hal tersebut sangat menguntungkan karena iklannya akan sesuai target pasaran dari si pengiklan. Sedangkan dari sisi publisher, tentunya hal tersebut akan menumbuhkan kepercayaan konsumen untuk beriklan di website mereka.

Untuk selengkapnya tentang fitur Google DFP Small Business, dapat mengunjungi official link dari Google DFP Small Business.

Kelemahan

Walaupun Google mengklaim bahwa tampilan Google DFP Small Business ini sangat friendly user interface, namun jujur ketika penulis mencoba untuk memakai layanan ini, banyak kebingungan yang dirasakan. Misalnya saja beberapa fungsi yang kita bahkan tidak tahu untuk apa fungi tersebut, mungkin penulis sendiri baru pertama kali melihat dan mencoba untuk mengelola iklan sendiri. Walaupun penulis bukan orang yang ahli dalam bidang web desain, terutama interface, namun penulis percaya bahwa kita dapat mengetahui berbagai layanan yang ada di website tersebut hanya dengan beberapa kali melihat layanan yang ada di website tersebut.

Bahasa, lagi-lagi bahasa. Inilah yang sering mendapat kritikan dalam banyak sekali website-website yang ingin mengembangkan diri. Kita tahu bahwa dalam dunia yang semakin global, kita akan semakin mudah untuk berkomunikasi atau menyampaikan sesuatu, namun bukan berarti kita harus melupakan bahasa yang notabene merupakan sarana kita ingin berkomunikasi. Mungkin kesusahan saya dalam memakai layanan Google DFP Small Business karena memang layanan bahasanya menggunakan Bahasa Inggris. Untuk versi Indonesia nya, sepertinya masih belum ada untuk sementara ini. Bagi kalian yang ingin mencobanya, paling tidak kalian sudah memahami sedikit-sedikit Bahasa Inggris.

Kesimpulan

Layanan ini sangat bagus dan recommended bagi publisher karena selain gratis, layanan ini juga mempunyai banyak manfaat bagi penayang iklan yang masih kecil jumlah pengunjungnya. Bagi penayang iklan kecil, sama artinya kita memakai layanan Google DFP untuk menayangkan iklan di website kita. Layanan ini juga bagus untuk website-website yang bergerak di bidang media, karena bisa memotong cost ad hosting yang dipakai untuk menyimpan file iklan mereka.
Menjadi Entrepreneur Bisnis Online dengan Flippa

Menjadi Entrepreneur Bisnis Online dengan Flippa


Bagi yang sudah melalang buana di bisnis online, terutama dalam bidang penjualan website dan nama domain, nama Flippa tentunya tidak asing di mata para netpreneur tersebut. Namun yang belum tahu atau ingin terjun dalam bidang bisnis online yang bergerak di bidang website dan domain, Flippa merupakan salah satu sarana yang patut direkomendasikan. Apalagi bagi kalian yang gemar atau hobi, termasuk pekerjaan yang terkait dengan seputar website, Flippa menjadi salah solusi mencari tambahan penghasilan. Sebelum membahas jauh tentang bisnis online ini, kita tentunya harus mengenal apa itu Flippa, apa yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke dalam bisnis online tersebut, dan bagaimana cara menjual website atau domain di Flippa.

1. Apa itu Flippa?

Menurut website resminya, Flippa merupakan pasar/tempat berjualan bagi para entrepeneur online, terutama untuk berjualan website, domain dan app.
Flippa is the entrepreneur’s marketplace. We’re the world’s number one marketplace for buying and selling websites, domains and apps.
Secara gampangnya, Flippa merupakan tempat bagi penjual dan pembeli untuk "bertemu", tawar menawar harga dan bertransaksi secara online. Barang dagangan yang didagangkan disini hanya khusus untuk website, domain dan aplikasi (Android atau iOS).

Secara historis, Flippa merupakan perkembangan dari forum marketplace dari SitePoint, sebuah forum yang berisi tentang ulasang internet, pada tahun 2005. Flippa sendiri didirikan pada tahun 2009 dan menjadi salah satu website terbesar yang menyediakan fasilitas jual beli website, domain dan aplikasi.

Saat ini, Flippa sendiri mengklaim memiliki member lebih dari 600.000 member dari seluruh dunia. Jumlah yang fantastis mengingat jumlah tersebut merupakan kumpulan dari penjual dan pembeli dalam satu tempat.


Menurur pendapat penulis, Flippa merupakan pasar sekaligus makelar bagi para pemilik website, domain dan aplikasi yang ingin menjual "properti" milik mereka. Sistem penjualannya sendiri menggunakan lelang dimana penawar tertinggi dapat memperoleh properti yang dijual, walaupun Flippa sendiri tidak menutup kemungkinan bagi para penjual untuk menggunakan sistem lain selain lelang, misalnya saja "Buy It Now" atau beli properti website, domain atau aplikasi sesuai dengan harga yang sudah dipatok dari si penjual. Jadi, cara penjualan properti tersebut lebih diserahkan kepada pilihan member Flippa itu sendiri. Ketika kita berhasil menjual website, domain atau aplikasi milik kita melalui Flippa, maka kita akan kena biaya potong sebesar 10% dari harga jual properti yang kita jual. Itulah kenapa penulis juga menyebutnya makelar, karena ada potongan tertentu terhadap website, domain atau aplikasi yang kita jual.

2. Apa yang perlu kita tahu atau persiapkan untuk berjualan di Flippa?

  • Barang yang dijual
Dalam berbisnis sesuatu, tentunya kita harus memiliki sesuatu untuk dijual. Dalam kontek ini, barang yang dimaksud adalah website, domain atau aplikasi yang kita miliki. Jika anda memiliki website yang tidak terurus, domain yang tidak terpakai atau aplikasi yang memiliki nilai jual, anda dapat menjadikan Flippa sebagai tempat yang bagus untuk menjual barang tersebut. 
  • Alat pembayaran
Alat pembayaran digunakan untuk proses transaksi yang kita lakukan, baik untuk pembelian maupun penjualan website, domain atau aplikasi. Flippa sendiri menyediakan beberapa metode pembayaran, yaitu dengan kartu kredit, paypal atau transfer bank. Penulis disini menyarankan anda memiliki paling tidak akun Paypal, atau jika anda mampu, lebih bagus lagi jika anda memiliki kartu kredit. Sedangkan untuk sistem transaksi nya sendiri, Flippa menggunakan Escrow. Mohon diperhatikan bahwa ada perbedaan pengertian antara metode pembayaran dan sistem transaksi. Metode pembayaran dalam artikel ini berarti alat pembayaran yang digunakan sedangkan sistem transaksi merupakan cara bagaiman transaksi dilakukan. Escrow merupakan suatu perjanjian legal di mana sebuah barang (umumnya berupa uang, namun bisa juga benda apapun lainnya) disimpan seorang pihak ketiga (yang dinamakan agen escrow) sementara menunggu isi kontrak dipenuhi (Lihat Wikipedia untuk mencari pengertian Escrow secara lebih detail).
  • Bahasa
Banyak orang sering meremehkan hal ini, namun dalam kenyataannya, bahasa merupakan hal yang sangat berguna manusia, terutama ketika kita harus berkomunikasi. Dalam menjual atau membeli barang, tentunya kita akan memakai bahasa dalam prosesnya, tidak terkecuali dengan berjualan di Flippa itu sendiri. Bahasa yang disarankan untuk penjual atau pembeli adalah Bahasa Inggris karena member Flippa berasal dari seluruh dunia, walaupun ada sebagian kecil dari Indonesia, namun jumlahnya sangat sedikit. Minimal kita dapat menguasai Bahasa Inggris secara tulisan dan lebih baik lagi kalo kita mengerti Bahasa Inggris secara lisan karena bahasa tersebut menjadi salah satu merode kita untuk mempromosikan barang yang kita jual. Tidak jarang calon pembeli menanyakan tentang isi website atau kenapa website tersebut kita jual dan pertanyaan lainnya seputar produk yang kita jual, dan tentunya pertanyaan tersebut menggunakan Bahasa Inggris. Jika anda tidak terlalu paham dengan Bahasa Inggris, anda dapat menggunakan layanan translator dari Google atau Bing untuk memudahkan proses transaksi, walaupun cara ini tidak terlalu disarankan oleh penulis karena kadang layanan translator tersebut mungkin berbeda maksud dengan apa yang ingin kita utarakan.
  • Pengetahuan
 Pengetahuan yang dimaksud disini merupakan pengetahuan tentang berbagai hal dalam bidang website, domain dan aplikasi. Misalnya saja kode-kode HTML, CSS, Javascript dan hal-hal lain seputar masalah teknis yang menjadi kode dasar dari aplikasi atau website yang kita jual. Karena pada dasarnya kita menjual produk digital, kita juga harus mengetahui tentang seluk beluk produk yang kita jual. Tidak jarang dalam menjual website misalnya, seorang calon pembeli akan menanyakan hal-hal teknis tersebut. Akan terasa aneh ketika kita malah bingung ketika kita tidak mampu untuk menjawabnya.
  • Niat
Mungkin terdengar klasik, namun memang begitulah kenyataan. Tanpa adanya niat, kita tidak pernah sampai ke tujuan. Niat disini dapat diartikan sebagai niat untuk tidak pantang menyerah atau niat untuk terus belajar. Walaupun mempunyai setiap syarat diatas, tapi tanpa disertai niat, anda tetap tidak akan menjual apapun. 

3. Cara menjual website, domain dan aplikasi di Flippa?
  • Mempunyai akun di Flippa
Cara membuat akun di Flippa sangat mudah dan gratis. Anda tinggal mengunjungi website Flippa dan si bagian kanan atas, klik link Sign Up. Anda akan diarahkan ke laman pendaftaran akun Flippa. Disana anda harus memasukkan informasi misalnya usename, email dan password untuk log in ke Flippa. 


  • Menjual website, domain atau aplikasi
Setelah kita memiliki akun, kita dapat menjual website, domain atau aplikasi yang kita miliki di Flippa dengan mengunjungi laman Sell. Disana kalian akan disuruh memilih jenis produk yang ingin dijual, misalnya website, domain atau aplikasi. Disana kalian juga akan memilih bagaimana anda ingin menjual produk tersebut, misalnya anda ingin menjualnya dengan metode lelang dengan metode lain. Ada beberapa biaya yang dibebankan member yang ingin menjual produknya sesuai dengan jenis produk yang ingin dijual. Jika anda ingin menjual website dengan metode lelang terbuka, anda akan dikenai biaya sebesar 19 USD. Jika anda ingin menjual website yang umurnya kurang dari 3 bulan dan belum mempunyai trafik pengunjung dan penghasilan dengan metode lelang terbuka, anda akan dikenai biaya sebesar 9 USD. Untuk penjualan domain, anda akan dikenai biaya sebesar 9 USD  untuk menjual dengan metode lelang terbuka. Sedangkan untuk aplikasi iOS dan Android, anda tidak akan dikenakan biaya untuk melelang aplikasi anda dengan metode lelang terbuka di Flippa. Ada juga beberapa metode lain yang berbeda dari beberapa metode diatas yang mensyaratkan fee atau biaya terlebih dahulu. Untuk keterangan selengkapnya tentang biaya yang ada di Flippa, silahkan klik disini.



5 Tips Belanja Aman di Online Shop

5 Tips Belanja Aman di Online Shop


Membludaknya pasar online sekarang tentunya membawa kabar baik bagi para konsumen, pelaku usaha dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Tentunya hal tersebut dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini. Tak ayal, para pelaku usaha memanfaatkan kondisi ini dengan meng-online-kan toko atau produk yang mereka jual.

Kondisi ini jelas membawa manfaat positif bagi konsumen karena konsumen memiliki banyak sekali referensi toko online dimana mereka dapat berbelanja nantinya. Namun sisi negatif juga timbul atas membludaknya pasar internet ini, yaitu penipuan terhadap konsumen. Tidak jarang konsumen tertipu dengan membeli suatu barang tertentu dari internet. Modusnya pun beragam, mulai dari barang yang sampai ditangan kita tidak sama dengan yang dijanjikan sampai barang yang dijanjikan tersebut tak pernah sampai di tangan kita alias penipuan.

Untuk mensiasati hal tersebut, berikut tips yang dapat dijadikan referensi bagi konsumen untuk berbelanja secara online :

1. Berbelanja di tempat yang terpercaya dan legal.

Paling aman memang berbelanja di tempat yang terpercaya dan mempunyai legalitas yang jelas, namun bagaimana kita mengecek legalitas suatu toko online tersebut? Sebagai konsumen yang cerdas, kita harus dapat memastikan legalitas toko online dimana kita ingin berbelanja di dalamnya. Biasanya toko online yang ingin membangun brand toko nya lebih baik, selalu menyediakan informasi terkait legalitas dari toko nya tersebut, misalnya dengan mencantumkan nama perusahaan dan informasi terkait perusahaannya. Lalu bagaimana jika tidak dicantumkan informasi legalitas di website tersebut? Jika seperti itu, tidak usah malu untuk bertanya tentang legalitas toko online tersebut. Saat ini banyak sekali toko online yang sudah memiliki legalitas perusahaan, tidak ada salahnya menyempatkan beberapa waktu saja untuk mengeceknya.

2. Cek ada tidaknya garansi produk.

Cara lain yang paling aman tentunya dengan mencari informasi tentang ada tidaknya garansi produk yang ditawarkan oleh toko online tersebut. Tentunya sebagai konsumen yang cerdas akan lebih memilih produk yang memiliki jaminan atau garansi dari produk yang akan mereka beli karena jika ada sesuatu di kemudian hari, konsumen tidak akan dirugikan.

3. Selalu mencari feedback atau testimoni pelanggan lain atas toko online tertentu.

Feedback atau testimoni saat ini penting dalam industri online shop karena dari feedback tersebut, konsumen memiliki gambaran dari toko online tersebut. Walaupun dalam beberapa kasus, feedback atau testimoni sendiri gampang untuk dipalsukan karena memang mudah untuk dipalsukan. Modus yang sering dilakukan yang dengan membuat banyak akun sosial dan membuat feedback positif terhadap produk atau toko online mereka. Sebagai konsumen cerdas, kita harus jeli untuk membedakan mana feedback yang asli dan mana yang rekayasa. Misalnya dengan mengecek informasi akun-akun sosial yang mereka gunakan, apakah mereka menggunakan informasi seperti gambar muka atau alamat yang asli.

4. Hindari berbelanja melalui jejaring sosial.

Fenomena seperti ini sangat berkembang sekarang, yaitu jual beli melalui jejaring sosial. Di sisi penjual, menjual barang dagangannya via jejaring sosial memang sangat menguntungkan karena minim modal. Namun di sisi pembeli, bertransaksi via jejaring sosial mempunyai resiko yang sangat tinggi. Resiko tinggi ini karena cara mempbuat jejaring sosial sendiri sangat mudah dan nyaris tanpa biaya. Seringkali modus yang terjadi adalah oknum-oknum tertentu memanfaatkan jejaring sosial untuk menjual barang dagangannya. Setelah pembeli mentrasfer sejumlah biaya produk tertentu, si penjual langsung menghilang atau menghapus akun tersebut. Oknum tersebut dapat dengan mudah membuat lagi jejaring sosial baru dengan nama yang berbeda, walaupun dengan isi dan konten yang sama. Karena itu berbelanja melalui jejaring sosial sangat tinggi resikonya dan penulis tidak menyarankannya.

5. Cek ada tidaknya layanan "Kontak" pada toko online tersebut.

Layanan kontak sangat penting bagi seorang konsumen. Sebelum membeli, konsumen harus mengecek layanan kontak yang disediakan toko online tersebut apakah aktif (dapat dihubungi) ataukah non-aktif alias tidak dapat dihubungi. Jika layanan kontak tersebut tidak aktif, tidak ada salahnya anda curiga dengan toko online tersebut karena bisa saja toko tersebut hanya toko abal-abal yang menjual mimpi.

Sebagai konsumen cerdas, tidak ada salahnya menerapkan tips diatas. Ingat untuk cermat sebelum membeli, atau kita hanya akan membeli penyesalan saja. Selamat berbelanja online!